Truly

Saudaraku..

Tentang waktu itu..

Mungkin dia tidak menyadari..
Betapa menyakitkannya ketika dia berkata bahwa "Tulisanku" tak sepadan dengan tulisannya..

Mungkin dia tidak tahu..
tiap hari sabtu aku membeli koran hanya untuk melihat kalau-kalau ada lowongan pekerjaan yang cocok untuknya..

Bahkan mungkin dia tidak pernah menghargai usahaku itu..

Sahabat..
Apakah arti sahabat itu?

Aku menyadari pernah berhutang budi padanya..
Tetapi, apakah dia terus dan terus menghitung setiap apa yang telah ia beri untuk sahabatnya..

Dia tak hanya sahabat bagiku, bahkan lebih dari saudara..
Tapi mungkin tidak sebaliknya.. Dia terlalu memandang rendah..

Dan aku,
Aku cuma bisa tersenyum untuknya..
Semoga engkau bahagia.. Saudaraku..

Catatan hidup
25 Juni 2012

Semalam

Semalam.. aku mendapati handphonemu berdering dengan modus getar.. tak ada suara..
sengajakah kau melakukannya?

Semalam aku merasa, kau tak pernah berubah.. tidak pernah takut kehilangan aku..
Kau selalu berteriak "Oh jadi kamu ga percaya sama aku??" ketika aku menyakan sesuatu yang membuatku cemas..

Semalam aku merasa sangat mengantuk dan lelah..

Semalam tak ada air mata yang menetes dari sudut mataku..

Semalam aku hanya sadar aku sudah berjuang terlalu keras..
Berjuang sendirian..

Catatan kehidupan
20 Juni 2012

Jika Memang

Jika aku memang bukan yang kau inginkan, tinggalkanlah aku..
Jika aku memang wanita yang tak ingin kau jadikan istri, lalu kenapa kau terus bersamaku?
Jika memang begitu, jangan membuang waktumu denganku..

Jika memang kau merasa bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku, tinggalkanlah aku..
Jika memang kau merasa hanya iba pada tangisanku malam itu, tinggalkanlah aku..
Jika memang begitu, saat ini aku rela melepasmu..

Kini, aku tak takut lagi kau tinggalkan..
Karena aku ingin dicintai..
Seperti gadis-gadis lain..
Tidak selalu harus mendengar caci makimu yang kadang tak beralasan..
Kau bilang kau mencaci makiku karena kau berhak karena kau seorang lelaki..

Tapi..
Bukankah laki-laki sejati itu akan membahagiakan wanita yang dicintai?
Lembut tak berarti lemah, tegas tak berarti keras..
Kini..
Pergilah..
Aku mengerti..
Aku bukan untukmu..

19 Juni 2012
Catatan hidup

Kejadian Bersejarah

Pengen nulis beberapa kejadian lama yang tiba-tiba terlintas saat ini, di meja kerjaku, di samping temanku kerjaku yang lagi asik ngupil, oke.. aku melihatnya.. dia mulai menempelkan upil-upilnya di bawah meja kerjanya.. yek.. jorok bangeeeet.. yah tapi okelah.. asal bukan di meja ku aja..

Encu, Fokus!
Oke.

1. Kejadian ini udah lamaaa banget, zaman aku masih SD, waktu itu udah pada pulang sekolah, temen-temen banyak yang belum dijemput ortu, kalo aku sih nunggu jemputan istimewaku, tukang becak, namanya Pak Hambali, orangnya hobi nya tidur dan telat jemput. Aku yang waktu kecil sok jadi jagoan, ngajakin temen-temenku maen kasti, yang kalah harus traktir makan martabak disebelah sekolah, harga 500 rupiah waktu itu udah dapet martabak istimewa dengan sambel yang melumer.. hmmmm... jadi inget rasanya.. pasti enak..
oke balik kecerita kasti tadi.. jadilah aku dan temen-temen membentuk dua kubu.. permainan berjalan sangat seru, score kita tipis, saling mengejar, karena masing-masing kubu sebenarnya ga ada yang punya uang, alias taruhan modal nekad.. sampai di satu moment, ketika bola kasti sudah dilempar, aku berlari sangat kencaaaaaang sambil ngeliatin tuh bola, otomatis aku ga ngeliat jalan dong.. tiba-tiba saat aku berlari segitu kencengnya, aku merasa menabrak sesuatu yang keras lalu aku terlempar dan terdengar suara "Kreeeek".

Sesaat, semuanya hening..

Aku merasa pusing dan badanku linu-linu.. aku mulai membuka mata, wow.. posisiku ngangkang!
Kakiku ngangkang ke atas, badan kegeletak di lantai.. dan Jahitan Celanaku ditengah kaki yang ngangkang sobek dengan ukuran yang tidak bisa di maafkan..

Aku menangis sejadi-jadinya.. bukan semata karena sakit.. tapi juga karena malu, kakak kelasku yang paling cakep waktu itu juga turut menyaksikan kejadian mengharukan itu..

Akhirnya.. aku terdampar di tempat tukang martabak, dengan baju yang kurang layak di pandang, dan dengan kondisi badan yang mengenaskan sambil memegang piring martabak sambal, lengkap dengan teman-temanku yang mengerumuniku, tertawa terbahak-bahak sambil makan martabak..

Saat aku kecil.
Encu.


Selamat Pagi Tuhan

Kurasakan pagi ini begitu indah..
Seakan tersadar, begitu banyak hal yang telah kulewatkan..
Seakan lupa betapa indahnya sinar matahari pulau Bali..
Lupa akan sejuknya udara pagi..

Sejatinya..
Hidup di dunia itu hanya sesaat.. hanya untuk mengenal beberapa nama yang sempat kita ingat..
sebelum akhirnya jiwa kita terpisah dari jasad..

Selamat Pagi Tuhan.. Terimakasih untuk pagi yang sekali lagi Kau berikan padaku secara cuma-cuma..
Loving You as always..

Anakmu, Restu..