Tentang waktu itu..
Mungkin dia tidak menyadari..
Betapa menyakitkannya ketika dia berkata bahwa "Tulisanku" tak sepadan dengan tulisannya..
Mungkin dia tidak tahu..
tiap hari sabtu aku membeli koran hanya untuk melihat kalau-kalau ada lowongan pekerjaan yang cocok untuknya..
Bahkan mungkin dia tidak pernah menghargai usahaku itu..
Sahabat..
Apakah arti sahabat itu?
Aku menyadari pernah berhutang budi padanya..
Tetapi, apakah dia terus dan terus menghitung setiap apa yang telah ia beri untuk sahabatnya..
Dia tak hanya sahabat bagiku, bahkan lebih dari saudara..
Tapi mungkin tidak sebaliknya.. Dia terlalu memandang rendah..
Dan aku,
Aku cuma bisa tersenyum untuknya..
Semoga engkau bahagia.. Saudaraku..
Catatan hidup
25 Juni 2012
1 komentar:
sahabat,,mungkin seharus nya beda dngn teman.meskipun sebenar nya sama. Sahabat yang baik,mungkin seperti saudara encu,,inget kebaikan sahabat,berbuat baik untuk sahabat,sahabat yang baik pasti tidak pehitungan.
Posting Komentar